Pengobatan Kutil Kelamin

Ada cara pengobatan penyakit ini secara umum yang dibagi menjadi dua, yaitu;

  1. Pengobatan yang menggunakan obat-obatan topikal
  2. Pengobatan yang melalui prosedur Ablasi

kutil kelaminObat topikal biasanya diperuntukkan untuk pengobatan kutil kelamin yang lunak dan tidak tumbuh menyebar. Dan ada baiknya, prosedur ablasi direkomendasikan juga untuk pasien yang kutil kelaminnya tidak merespon obat topikal dan tumbuh menyebar.

Selain itu, prosedur ablasi ini biasanya menjadi pilihan utama apabila pasien sedang dalam keadaan hamil karena kebanyakan produk obat topikal memiliki efek samping yang membahayakan janin.

Pengobatan topikal adalah cara pengobatan yang sangat gampang karena obat ini dibuat dalam bentuk seperti salep, krim dan cairan dan tentunya obat ini adalah obat yang disarankan oleh para dokter yang menangani kasus penyakit ini, obat ini mengandung zat tertentu yang dapat membunuh sel kutil atau merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi pada bagian yang sudah terinfeksi.

Dan perlu anda perhatikan bahwa obat topikal untuk kelamin berbeda dengan obat topikal yang memang diperuntukkan untuk penyakit kutil biasa, dan hindari menggunakan obat kutil biasa untuk kutil kelamin karena dapat menyebabkan iritasi pada area kelamin yang memiliki jaringan yang lebih lembab dan lunak, serta dapat menimbulkan rasa sakit.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika anda merasakan gejala kutil kelamin seperti gatal, nyeri dan panas pada area kelamin, agar anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Ada beberapa jenis obat topikal yang memang diperuntukkan untuk pengobatan kutil kelamin, diantaranya:

  • Asam trikloroasetat
  • Podophyllotoxin
  • Imiquimod

Pengobatan dengan prosedur ablasi

Berikut ini tiga cara utama pengobatan kutil kelamin dalam prosedur ablasi, di antaranya:

  • Eksisi.
  • Bedah listrik
  • Cryotherapy

Cara terakhir untuk mencegah kutil kelamin adalah dengan pemberian vaksin virus HPV penyebab kutil kelamin. Vaksin ini sebaiknya diberikan kepada seseorang yang belum pernah melakukan seksual agar hasilnya dapat efektif. Untuk anak laki-laki, vaksinasi bisa diberikan pada umur 12 tahun, sedangkan untuk anak perempuan di usia 11 tahun.

Bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV kutil kelamin di usia yang sudah ditentukan tersebut diatas, bisa menyusul. Untuk laki-laki, vaksinasi ini disarankan diberikan sekitar usia 21 tahun, sedangkan untuk perempuan sampai sekitar 26 tahun.

Efek samping vaksinasi HPV kutil kelamin, di antaranya:

  • Flu
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri di bagian yang disuntik

Pemberian vaksin HPV kutil kelamin di umur kurang dari 21 tahun atau di umur 21-30 tahun dapat membantu menurunkan risiko sebesar 50 persen untuk terkena penyakit tersebut.

Demikianlah informasi pengobatan pada penyakit Kutil Kelamin ini, semoga dapat bermanfaat.

Read more