Kenali Gejala Awal Penyakit Sipilis Berikut Ini Agar Anda Terhindar

Penyakit sipilis atau yang biasa disebut sebagai penyakit raja singa adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini juga disebut dengan bakteri spirochaeta pallida dengan bentuk spiral dan berwarna putih.

Penyakit sipilis ini lebih sering terjadi pada kaum pria, hal ini disebabkan oleh adanya penularan saat melakukan hubungan intima tau karena seringnya bergonta-ganti pasangan. Penyakit ini tidak dapat menular melalui kolam renang, saling bertukar pakaian, peralatan makan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu Anda tidak perlu menjauhi orang yang terinfeksi penyakit ini.

Gejala Awal Penyakit Sipilis

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit ini dapat dengan mudah menular. Selain itu bagi para wanita akan meningkatkan resiko terkena penyakit HIV/ AIDS. Penyakit sipilis ini biasanya mempunyai beberapa gejala awal yang terjadi antara 4 hingga 5 minggu dan selanjutnya akan muncul benjolan putih pada alat kelamin. Pada beberapa orang, penyakit ini juga akan menimbulkan beberapa gejala seperti mual, pusing dan terdapat beberapa bercak merah pada kulit.

Akan tetapi, gejala ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, sehingga seseorang tidak akan menyadari bahwa hal itu merupakan gejala dari penyakit raja singa. Selama 3 tahun, penyakit ini tidak akan menyebabkan hal yang terlalu parah. Namun, setelah kurang lebih 10 tahun, penyakit ini akan menyerang beberapa susunan syaraf pada otak.

Penyakit ini juga dapat menginfeksi wanita hamil sehingga dapat menularkan kepada bayinya. Jika bayi terinfeksi penyakit ini, maka akan mengalami cacat mental, kelainan hati serta berbagai macam gangguan saraf lainnya. Penyakit raja singa akan mengalami pertumbuhan di setiap stadiumnya dengan gejala yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

Saat stadium pertama, biasanya akan terdapat luka terbuka pada bagian mulut, genital serta rektal alat kelamin. Luka terbuka ini biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit, sehingga orang akan menganggap bahwa hal itu merupakan luka biasa. Pada umumnya luka seperti ini akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 4 hingga 6 minggu. Namun, saat luka tersebut hilang, bukan berarti penyakit raja singa akan sembuh. Hal ini akan terus berlanjut ke stadium selanjutnya dan akan menyebar dengan kondisi yang lebih parah.

Saat memasuki stadium dua, maka penyakit raja singa ini akan mulait terlihat sekitar 1 hingga 6 bulan. Namun, pada stadium dua ini ada beberapa perbedaan, antara lain yaitu munculnya ruam atau kemerahan pada bagian vagina atau skrotum yang terdapat pada wanita.

Selain munculnya ruam, muncul juga rasa gatal pada bagian tangan, kaki serta bebreapa bagian tubh lainnya sehingga menyebabkan sakit tenggorokan, turunnya berat badan, terjadinya pembesaran getah bening, nyeri pada bagian otot, sakit kepala, dan masih banyak gejala-gejala lainnya. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya serta akan terus berlanjut pada stadium lanjutnya apabila jika tidak dilakukan pengobatan.

Pada stadium selanjutnya, penyakit raja singa ini akan menyerang saraf-saraf otot yang terdapat pada tubuh dan jika dilakukan pemeriksaan, maka akan memberikan hasil yang positif. Jika hal ini terjadi, maka penyakit raja singa ini telah berada di dalam tubuh Anda selama lebih kurang 2 tahun.

Pengobatan Penyakit Sipilis

Untuk melakukan pengobatan penyakit raja singa, Anda dapat melakukannya dengan melakukan pemeriksaan secara klinis serta dengan menggunakan beberapa bahan alami. Akan tetapi, jika penyakit ini telah memasuki stadium lanjut, maka sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara klinis agar penyakit ini dapat segera hilang sepenuhnya dari tubuh Anda. Apabila Anda mendeteksi penyakit ini pada tahap awal, maka sebaiknya segera Anda lakukan pengobatan sebagaimana mestinya agar penyakit tersebut tidak semakin menyebar.

Penyakit ini juga dapat Anda cegah dengan cara menghindari melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan pasangan seks Anda. Selain itu, hindarilah mengkonsumsi alkohol dan merokok dan jagalah kondisi tubuh Anda agar tetap sehat dan baik.

Read more

Herpes Simplexs dan Jumlah Penderita di Indonesia

sakit herpesSalah satu penyakit kelamin yang sering terjadi pada seseorang adalah herpes. Herpes yang menyerang organ intim adalah herpes simpleks. Herpes jenis ini disebabkan oleh Herpes simplexs virus (HSV) yang menular melalui hubungan seksual. Di Indonesia, tidak diketahui berapa jumlah pasti penderita herpes.

Herpes simplexs atau disebut juga herpes genitalis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang menular melalui hubungan seksual. Orang-orang yang sering bergonta-ganti pasangan sangat rentan mengalami herpes dan menularkan kepada orang lain.

Virus herpes simpleks terdapat dua jenis yakni virus HSV 1 dan HSV 2. HSV satu biasanya menyerang bagian atas tubuh seperti mulut dan tenggorokan, sementara HSV 2 menyerang bagian bawah perut seperti disekitar area kelamin, anus, dan paha.

Penyebab Herpes

Herpes disebabkan oleh tertular virus HSV dari pasangan. Baik itu ketika anda melakukan hubungan seks, berciuman pun dapat menularkan virus herpes pada tubuh anda. Virus herpes tidak dapat menular melalui benda yang digunakan oleh penderita herpes, kecuali benda tersebut adalah mainan seks.

Gejala Herpes

Banyak penderita gejala herpes yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertular virus. Hal ini disebabkan karena tidak adanya gejala-gejala yang muncul bagi mereka yang sudah tertular virus herpes. Terlebih mereka yang baru pertama kali mengalaminya.

Gejala Umum yang muncul

  • Muncul cairan pada vagina atau penis
  • Timbul luka di area kelamin, luka yang muncul terkadang berwarna merah dan muncul bentol-bentol
  • Muncul rasa sakit seperti terbakar
  • Muncul luka yang melepuh
  • Timbul rasa sakit saat buang air kecil

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Muncul Diatas?

Ketika anda merasakan gejala seperti di atas, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kelamin. Untuk menghindari komplikasi pada tubuh anda. Meskipun gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya, bukan berarti anda tidak harus melakukan pemeriksaan.

Terlebih jika anda wanita, karena wanita sangat rentan terkena herpes genitalis dibandingkan dengan laki-laki. Terlebih jika anda sedang hamil. Karena janin yang terdapat dalam kandungan anda dapat terinfeksi virus herpes tersebut. Sehingga anda harus melakukan serangkaian tes agar bayi anda tidak tertular herpes dari anda.

pengobatan pada herpes

Pengobatan Herpes

Pengobatan dapat anda lakukan di Klinik Gracia Cideng Barat untuk menghindari munculnya dan herpes yang ada dalam tubuh kembali aktif. Biasanya pengobatan adalah untuk mengurangi herpes kembali aktif. Karena biasanya dalam dua tahun virus HSV dapat kembali aktif sebanyak empat hingga lima kali.

Obat herpes yang biasa digunakan adalah obat-obat antivirus seperti acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir. Serta anda juga akan diberikan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit pada tubuh seperti paracetamol, dan juga berbagai jenis krim pereda rasa sakit yang biasanya juga diberikan oleh dokter kepada anda.

Penderita Herpes Di Indonesia

Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak penderita herpes di Indonesia. Sebab, sebagian besar penderita herpes di Indonesia malu untuk melakukan pengobatan. Sehingga mereka membiarkan penyakitnya tumbuh dan terus aktif didalam tubuhnya. Padahal ini dapat membahayakan kondisi dirinya. Sebaiknya anda segera melakukan pengobatan, ini berlaku juga pada pasien penyakit pada sifilis.

Perawatan Herpes Di rumah

Anda bisa melakukan perawatan sendiri setelah melakukan pengobatan. Perawatan ini agar orang disekitar rumah tidak tertular virus yang terdapat didalam tubuh anda. Beberapa cara perawatan yang bisa anda lakukan seperti:

  • Menjaga luka agar selalu kering dan bersih
  • Tidak diperkenankan untuk menyentuh langsung luka, bila tersentuh sebaiknya anda langsung mencuci tangan
  • Jangan melakukan hubungan seks, terutama saat anda mengalami luka terbuka.

Read more

Pengobatan Kutil Kelamin

Ada cara pengobatan penyakit ini secara umum yang dibagi menjadi dua, yaitu;

  1. Pengobatan yang menggunakan obat-obatan topikal
  2. Pengobatan yang melalui prosedur Ablasi

kutil kelaminObat topikal biasanya diperuntukkan untuk pengobatan kutil kelamin yang lunak dan tidak tumbuh menyebar. Dan ada baiknya, prosedur ablasi direkomendasikan juga untuk pasien yang kutil kelaminnya tidak merespon obat topikal dan tumbuh menyebar.

Selain itu, prosedur ablasi ini biasanya menjadi pilihan utama apabila pasien sedang dalam keadaan hamil karena kebanyakan produk obat topikal memiliki efek samping yang membahayakan janin.

Pengobatan topikal adalah cara pengobatan yang sangat gampang karena obat ini dibuat dalam bentuk seperti salep, krim dan cairan dan tentunya obat ini adalah obat yang disarankan oleh para dokter yang menangani kasus penyakit ini, obat ini mengandung zat tertentu yang dapat membunuh sel kutil atau merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi pada bagian yang sudah terinfeksi.

Dan perlu anda perhatikan bahwa obat topikal untuk kelamin berbeda dengan obat topikal yang memang diperuntukkan untuk penyakit kutil biasa, dan hindari menggunakan obat kutil biasa untuk kutil kelamin karena dapat menyebabkan iritasi pada area kelamin yang memiliki jaringan yang lebih lembab dan lunak, serta dapat menimbulkan rasa sakit.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika anda merasakan gejala kutil kelamin seperti gatal, nyeri dan panas pada area kelamin, agar anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Ada beberapa jenis obat topikal yang memang diperuntukkan untuk pengobatan kutil kelamin, diantaranya:

  • Asam trikloroasetat
  • Podophyllotoxin
  • Imiquimod

Pengobatan dengan prosedur ablasi

Berikut ini tiga cara utama pengobatan kutil kelamin dalam prosedur ablasi, di antaranya:

  • Eksisi.
  • Bedah listrik
  • Cryotherapy

Cara terakhir untuk mencegah kutil kelamin adalah dengan pemberian vaksin virus HPV penyebab kutil kelamin. Vaksin ini sebaiknya diberikan kepada seseorang yang belum pernah melakukan seksual agar hasilnya dapat efektif. Untuk anak laki-laki, vaksinasi bisa diberikan pada umur 12 tahun, sedangkan untuk anak perempuan di usia 11 tahun.

Bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV kutil kelamin di usia yang sudah ditentukan tersebut diatas, bisa menyusul. Untuk laki-laki, vaksinasi ini disarankan diberikan sekitar usia 21 tahun, sedangkan untuk perempuan sampai sekitar 26 tahun.

Efek samping vaksinasi HPV kutil kelamin, di antaranya:

  • Flu
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri di bagian yang disuntik

Pemberian vaksin HPV kutil kelamin di umur kurang dari 21 tahun atau di umur 21-30 tahun dapat membantu menurunkan risiko sebesar 50 persen untuk terkena penyakit tersebut.

Demikianlah informasi pengobatan pada penyakit Kutil Kelamin ini, semoga dapat bermanfaat.

Read more